Lama tidak bisa menulis blog, pagi ini adalah hari pertama UAS. Itu berarti siklus 1 semester sudah hampir selesai...sangat cepat berlalu...
Tidak semudah yang di bayangkan dalam menjalani profesi menjadi seorang dosen. Dulu berpikir bisa santai, banyak liburnya, ga disuruh-suruh dan risikonya sangat minimal :D
dan ternyataaaaaaaa....
Mulai dari working hoursnya..sangat banyak, sekitar 12-14 hours per day (5 days per week) belum lagi di weekend harus baca, buat bahan ajar, koreksi dll. hmm.. bisa di bayangkan bukan?
Tugas menjadi seorang dosen bukan hanya mengajar karena embel-embel dari tridarma pendidikan: mengajar,penelitian dan pengabdian masyarakat. Kepanitiaan ini itu, di suruh ini itu..padahal untuk ngajar saja sudah menyita waktu sangat buaanyak...bisa dibayangkan bukan?
Take holidays? Seandainya pada saat mahasiswa libur kita pun libur?? hehehe, boro-boro dapet liburan pada saat mahasiswa libur, untuk ngambil cuti saja masih dipotong gaji (sama seperti karywan biasa yang masa kerjanya di bawah 1 tahun). Jadi ga ada istilah dosen libur pada saat mahasiswa libur. bisa dibanyangkan bukan?
Belum lagi kritik-kritik pedas dari mahasiswa, yang komplain masalah cara ngajarlah, yang komplain masalah soal ujianlah, yang komplain masalah mereka ngantuklah, yang suka-sukanya masuk jam berapalah, yang suka-sukanya ngomong di kelas saat dosen lagi menjelaskanlah...
Salary? kira-kira untuk lulusan S2 yang working hours per daynya 12-14 hours, pasti buanyaklah yah? seandainya- seandainya....dan terlalu ironi kalo saya blak-blakan masalah gaji :D
dari jaman dulu dosen-dosen saya selalu bilang: "dosen gajinya ga seberapa" dan ternyta itu ga bohong..tepat sekali... "Dosen = Ngomongnya sa'DOS, gajinya sa'SEN"
so.....??
masih mau dilanjutkan ?
ABSOLUTLY YES!
Setiap pekerjaan pasti ada suka-dukanya masing-masing, kalo yang saya tul;is diatas mukin dukanya..sukanya juga masih banyak...
1. Capek, jengkel karna kerjaan banyak bakalan ilaaang saat melihat antusias mahasiswa di kelas
2. Bukan hanya sekedar mengajar...tapi terkadang menjadi tempat curhat mahasiwa dan dari situ bisa belajar bersyukur..
3. Dari gaji yang sedikit bisa lebih menghargai "cari uang itu susah" dan tingkat kepuasan ketika dari uang yang sedikit itu dikumpulkan dan bisa membeli sesuatu yang diharapkan...behh..senangnyaaaaaa
4. Bisa dijadikan "Sekolah" melatih kesabaran, meningkatkan kebijaksanaan, dan kepintaran secara gratis..
Senang atau Susah, Gampang atau Sulit, Nikmatilah...
(Papi, 2006)
i love my job
Inggrid Sinaga
Belajar-belajar-dan-akan-terus-BELAJARRR
Minggu, 12 Januari 2014
Sabtu, 17 Agustus 2013
Selamat "Tujuhbelasan" untuk semua rakyat Indonesia
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Slalu dipuja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Lagu Indonesia Tanah Air Beta adalah salah satu lagu nasional yang saya senangi, walaupun lagu ini sering dijadikan joke yang dimana ketika memasukkan kata kuncinya di google..akan muncul serangkaian gambar dengan arti "sebenarnya".
Hari ini Tanggal 17 agustus 2013, di kota berbeda dengan tahun sebelumnya.. Jauh ke sebelah barat Malang, berada di bagian barat Indonesia. Batam. Pulau dengan luas 1,5 kali luas Singapura. Berbatasan dengan selat singapura dan Singapura (utara), Kab. Lingga (selatan), Kab. Karimun (barat), Pulau Bintan dan Tanjung Pinang (timur).
Hari ini sama seperti hari-hari biasanya...tidak ada yang spesial. Tidak ada umbul-umbul, hiasan-hiasan merah putih, atau apapun yang menjadi dekorasi khas 17an. Hanya ada 1 bendera merah putih yang berkibar di depan kampus (lagi-lagi sama seperti hari biasa). Padahal di bagian lain Indonesia merayakan Hari kemerdekaan dengan semarak.
Di Malang misalnya, setiap gang di hiasi dengan umbul-umbul, bendera-bendera kecil yang diikat di benang kemudian di sambungkan dari rumah-ke-rumah, lampu-lampu warna warni, beraneka perlombaan khas indonesia, dan malamnya di selengarakan panggung rakyat: menggelar pertunjukan-pertunjukan rakyat. Meriah.
Di Makassar: seminggu sebelumnya mobil-mobil informasi sudah berteriak-teriak di toa jadul mereka untuk menghimbau masyarakat mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul di depan rumah masing-masing selama beberapa hari dan mengajak partisipasi warga untuk mengikuti perlombaan di lapangan, serta memberitakan bahwa tanggal 17 malamnya ada pembagian hadiah untuk pemenang perlombaan, beberapa pertunjukkan serta pemutaran layar tancap. Meriah.
Dua tempat yang berbeda dan sama-sama meriah. Saya ingat betul serangkaian acara "tujuhbelasan" di Makassar. Waktu itu saya masih SD. Biasanya beberapa hari sebelumnya para ayah pergi mencari bambu untuk mengikatkan bendera dan umbul-umbul (saya tidak tahu tepatnya mencari atau membeli bambu, karena ketika saya pulang sekolah, sore harinya mereka sudah sibuk memasang bendera). Dan beberapa hari berturut-turut : dan teman-teman mengikuti lomba dan menjadi penonton untuk lomba-lomba kategori "berumur" dewasa. Panjat pinang yang menjadi perlombaan yang kami tunggu-tunggu untuk menghabiskan suara karena menjadi suporter yang baik..hahah yang paling mengelitik jika terbayang sekarang adalah sepeda pada puncak batang pinang tersebut. Walaupun hadiah-hadiah yang digantung tidak terlalu bernilai secara nominal tapi banyak nilai emosional di dalamnya. Kerja Tim sangat di butuhkan dalam perlombaan ini, sungguh "training" singkat teamwork yang sangat efektif. Suasana riuh, ceriah, panas terik matahari tidak menjadi halangan dalam menonton, sungguh meriah. Padahal di minggu itu adalah minggu tersibuk bagiku juga..karena harus belajar untuk lomba pelajaran di sekolah dan sore harinya harus latihan menari karena di tanggal 17 kami akan mempertunjukkan tarian kami. Tepat di tanggal 17 dandanan saya sudah menor, dengan lipstik merah tebal dan bedak. Siap menari dan menonton pertunjukkan lainya. Oiyah pada malam "tujuhbelasan" jangan lupa membawa koran, untuk tempat duduk karena setelah pengelaran rakyat berakhir ada menonton layar tancap bersama hahah. Meriah.
Saya tidak menjudge di tempat ini tidak nasionalis karena tidak ada yang spesial di hari ini, tetapi ini pertama kalinya saya merasa "tujuhbelasan" itu ada. Ada di hati saya. Meriah.
Padamu negeri kami berjanjiPadamu negeri kami berbaktiPadamu negeri kami mengabdiBagimu negeri jiwa raga kami
Saya manusia muda Indonesia sederhana dan berharap dapat menyumbang sesuatu yang berarti untuk Indonesia.
17 Agustus 2013, Batam - Kepulauan Riau
Inggrid Sinaga
Kamis, 30 Mei 2013
lima-sepuluh-sore!
lima-sepuluh.
sore, tanpa kopi dan merindukan Malang.
Enjoy it.
sore, tanpa kopi dan merindukan Malang.
Lama tidak menulis semenjak memutuskan untuk sekolah S2, artinya kurang lebih sudah 3 tahun tanpa menulis bebas..S2: full dengan tugas-tugas yang (terkadang) menuntut saya berpikir keras apa gunanya??? sampai harus membuat pembenaran kalo tugas-tugas yang lebih banyak saya tidak mengerti ini (99% english! not our lovely language) gunanya hanya melatih kesabaran dan melatih cara pikir otak lebih sistematis (ini alasan versi kerennya).
Setelah Lulus S2 yang ada saya malah ketagihan dengan tugas-tugas yang banyak itu, kenapa? (jangan tanyakan) *hanya alam bawah sadar saya yang bisa jelaskan.
Okelah, ulasan diatas hanya intro.
Sekarang dengan status baru "Guru" dari "Maha-Siswa" membuat suatu blog dengan harapan: isi blog saya biasa berguna bagi siapa saja yang membacanya *tanpa harus ada lagi curhatan galau ala Abegee :)
Enjoy it.
Langganan:
Postingan (Atom)
