Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Slalu dipuja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Lagu Indonesia Tanah Air Beta adalah salah satu lagu nasional yang saya senangi, walaupun lagu ini sering dijadikan joke yang dimana ketika memasukkan kata kuncinya di google..akan muncul serangkaian gambar dengan arti "sebenarnya".
Hari ini Tanggal 17 agustus 2013, di kota berbeda dengan tahun sebelumnya.. Jauh ke sebelah barat Malang, berada di bagian barat Indonesia. Batam. Pulau dengan luas 1,5 kali luas Singapura. Berbatasan dengan selat singapura dan Singapura (utara), Kab. Lingga (selatan), Kab. Karimun (barat), Pulau Bintan dan Tanjung Pinang (timur).
Hari ini sama seperti hari-hari biasanya...tidak ada yang spesial. Tidak ada umbul-umbul, hiasan-hiasan merah putih, atau apapun yang menjadi dekorasi khas 17an. Hanya ada 1 bendera merah putih yang berkibar di depan kampus (lagi-lagi sama seperti hari biasa). Padahal di bagian lain Indonesia merayakan Hari kemerdekaan dengan semarak.
Di Malang misalnya, setiap gang di hiasi dengan umbul-umbul, bendera-bendera kecil yang diikat di benang kemudian di sambungkan dari rumah-ke-rumah, lampu-lampu warna warni, beraneka perlombaan khas indonesia, dan malamnya di selengarakan panggung rakyat: menggelar pertunjukan-pertunjukan rakyat. Meriah.
Di Makassar: seminggu sebelumnya mobil-mobil informasi sudah berteriak-teriak di toa jadul mereka untuk menghimbau masyarakat mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul di depan rumah masing-masing selama beberapa hari dan mengajak partisipasi warga untuk mengikuti perlombaan di lapangan, serta memberitakan bahwa tanggal 17 malamnya ada pembagian hadiah untuk pemenang perlombaan, beberapa pertunjukkan serta pemutaran layar tancap. Meriah.
Dua tempat yang berbeda dan sama-sama meriah. Saya ingat betul serangkaian acara "tujuhbelasan" di Makassar. Waktu itu saya masih SD. Biasanya beberapa hari sebelumnya para ayah pergi mencari bambu untuk mengikatkan bendera dan umbul-umbul (saya tidak tahu tepatnya mencari atau membeli bambu, karena ketika saya pulang sekolah, sore harinya mereka sudah sibuk memasang bendera). Dan beberapa hari berturut-turut : dan teman-teman mengikuti lomba dan menjadi penonton untuk lomba-lomba kategori "berumur" dewasa. Panjat pinang yang menjadi perlombaan yang kami tunggu-tunggu untuk menghabiskan suara karena menjadi suporter yang baik..hahah yang paling mengelitik jika terbayang sekarang adalah sepeda pada puncak batang pinang tersebut. Walaupun hadiah-hadiah yang digantung tidak terlalu bernilai secara nominal tapi banyak nilai emosional di dalamnya. Kerja Tim sangat di butuhkan dalam perlombaan ini, sungguh "training" singkat teamwork yang sangat efektif. Suasana riuh, ceriah, panas terik matahari tidak menjadi halangan dalam menonton, sungguh meriah. Padahal di minggu itu adalah minggu tersibuk bagiku juga..karena harus belajar untuk lomba pelajaran di sekolah dan sore harinya harus latihan menari karena di tanggal 17 kami akan mempertunjukkan tarian kami. Tepat di tanggal 17 dandanan saya sudah menor, dengan lipstik merah tebal dan bedak. Siap menari dan menonton pertunjukkan lainya. Oiyah pada malam "tujuhbelasan" jangan lupa membawa koran, untuk tempat duduk karena setelah pengelaran rakyat berakhir ada menonton layar tancap bersama hahah. Meriah.
Saya tidak menjudge di tempat ini tidak nasionalis karena tidak ada yang spesial di hari ini, tetapi ini pertama kalinya saya merasa "tujuhbelasan" itu ada. Ada di hati saya. Meriah.
Padamu negeri kami berjanjiPadamu negeri kami berbaktiPadamu negeri kami mengabdiBagimu negeri jiwa raga kami
Saya manusia muda Indonesia sederhana dan berharap dapat menyumbang sesuatu yang berarti untuk Indonesia.
17 Agustus 2013, Batam - Kepulauan Riau
Inggrid Sinaga

Ada kegiatan koq bu dosen, tapi hanya seputaran komplek-komplek perumahan.. Di dataran Engku Putri biasanya selain ada upacara biasanya juga ada pawai.
BalasHapusUntuk umbul-umbul dan hiasan memang agak jarang, termasuk masih ada yang tidak mengibarkan bendera didepan rumah. Mau ditegur gak enak, maklum disini warga pendatang semua, jadi klu untuk hal seperti ini Pak RT/RW yang turun tangan.
Dan Masyarakat disini umumnya pekerja, bahkan ada yg sampai bekerja 12 jam sehari, siang/malam. Hingga akhirnya agak susah mengajak warga untuk bikin umbul2 rame2 depan komplek/rumah mereka...
Salam,
AdmBis